Cover image product
Kado Umroh Kado Umroh

Guru Ngajiku: Saya ingin melihat ka’bah secara langsung

Cerita inspiratif Ustadz Fadli Yassin
diceritakan kembali oleh IRSYANDI FADHURNIAWAN | 22 Jun 2018
|

Ustadz Fadli namanya, biasa dipanggil Pak Li. Jika Anda berkunjung di daerah pesisir Nambangan Kenjeran Kota Surabaya dan bertanya di mana rumah beliau, pasti semua orang mengetahuinya. Asal beliau dari Gresik dan menikah dengan wanita asli pesisir Nambangan kemudian langsung mengajar ngaji di daerah sini. Beliau mengajar ngaji disini selama hampir 25 tahun, bertempat di musholla yang menjadi satu bangunan dengan rumahnya. Rumah beliau beserta musholla berdiri di atas tanah wakaf seseorang. Di musholla tersebutlah beliau mengajar dari generasi ke generasi masyarakat pesisir Nambangan, dari yang tidak bisa membaca huruf arab sampai bisa khatam Al qur’an berkali-kali. Selama hampir 25 tahun, beliau tidak pernah menarik tarif anak-anak yang belajar ngaji. Beliau dibayar dengan uang seikhlasnya bahkan kadang beliau dibayar dengan ikan tangkapan orangtua anak-anak yang mengaji ke beliau. Beliau hanya senang jika anak-anak belajar mengaji secara rutin tanpa bolos, Selain mengajar mengaji pada waktu malam hari aktivitas sehari-harinya yaitu kerja serabutan jika ada panggilan dari masyarakat. Jika mendekati Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, beliau dari pagi sampai sore berkeliling dari perusahaan ke perusahan lain, dari pabrik satu ke pabrik satunya untuk mencari sponshorship santunan kepada anak yatim di daerah pesisir Nambangan karena beliau adalah pengasuh atau yang merawat anak-anak yatim di sini. Seluruh hasil sponshorship diberikan kepada anak yatim berap apun yang didapatkan tanpa dipotong oleh beliau, karena menurut beliau senyuman anak yatim sudah menjadi kebahagiaan beliau. Begitu pun ketika mendekati Idul Adha beliau berkeliling lagi ke perumahan-perumahan elite jika mau berkorban kambing atau sapi ke musholla beliau saja agar dagingnya bisa diberikan kepada warga sekitar musholla yang membutuhkan. Beliau juga seorang mudin di daerah sini, tanggung jawab mudin yaitu salah satunya mengurusi warga yang meninggal mulai dari memandikan sampai mengebumikan jenazah warga yang meninggal dan juga mengurus berkas-berkas warga yang mau menikah di KUA. Tidak ada gaji khusus untuk seorang mudin, hanya berbekal keikhlasan. Kadang jika berkunjung ke rumah beliau dan ditanya apa keinginan beliau jawabannya cuma satu, “Saya ingin melihat Ka’bah secara langsung.” Dengan apa yang sudah dilakukan beliau terhadap masyarakat di sini, semoga Allah mengundang beliau ke rumah-Nya untuk dapat melihat langsung Ka’bah secara langsung dengan jalan kado umroh bersama Allianz syari’ah ini, semoga, amiin.

Biodata

Nama Pencerita : IRSYANDI FADHURNIAWAN

Nama Tokoh Inspiratif : Ustadz Fadli Yassin

Umur Tokoh Inspiratif : 55 tahun

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis dihalaman ini adalah milik pencerita dan tidak mewakili Allianz Indonesia