Cover image product

Kado Kagem Ibu

Cerita inspiratif Endra Yulistyaningrum
diceritakan kembali oleh Bare Kingkin Kinamu | 08 Jul 2018
|

Bismillahirrahmanirrahim. Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudian ayahmu. Itulah tukilan HR Bukhori yang sering saya dengar. Perempuan yang melahirkanku 26 tahun silam ini sekarang genap berusia 50 tahun. Ia selalu menanamkan hal-hal baik dalam kehidupan sejak aku lahir, mulai dari yang paling sepele hingga paling berat. Jika membahas budi baik perempuan kelahiran 50 tahun silam ini, tentu tak akan pernah ada habisnya. Kata, kalimat, hingga paragraf deskripsi pun tak akan pernah lengkap jika tanpa tindakan nyata khusus untuk membahagiakannya. Ia sedih dipendam sendiri. Ia bahagia anak-anaknya semakin mendapat hadiah yang beruah. Ia rela ikut jatuh-bangun demi anak-anaknya, demi menyemangati mereka untuk lebih baik lagi kala gagal. Aku salah satunya. Aku sebagai anak pertama seharusnya sudah bisa membahagian Ibu minimal dengan memberi uang bulanan, karena aku sudah bekerja. Namun ia tak pernah meminta. Ia hanya ingin aku baik kepada adik. "Tanamlah kebaikan, Kin. Tak apa-apa jika orang lain berbuat jahat kepadamu, tetaplah balas dengan kebaikan," tuturnya kala aku sedang galau dalam menghadapi hidup. Ada masa di mana aku benar-benar kehilangan arah dan Ibuku selalu menjadi titik baliknya. Titik balik untuk bangkit kembali. Inilah sedikit cuplikan kehangatan seorang Ibu. "Ibu tidak bisa memberi warisan apa-apa selain ilmu. Sekolahlah setinggi-tingginya. Raih kesempatan yang lebih baik lewat pendidikan," nasihat itu akan aku ingat selalu. Meski, ia tak pernah meminta balas budi. Aku yakin, Tuhan Maha Mendengar doa Ibu. Doaku? Doaku hanya satu, masukkan Ibuku Tuhan. Masukkan Ibuku di Surga-Mu yang paling Engkau Agungkan. Jika di dunia ini aku tak sempat membahagiakan ibu dengam harta yang bergelimang, aku hanya bisa memohon kepada Tuhan, muliakan Ibuku di Surga-Mu yang kekal Tuhan. Bagiku, itu kado kagem ibuk yang paling sempurna. Tulisan ini, untuk ibuku. Khusus untuk ibuku. Maaf Ibu, aku belum bisa memberimu hal-hal yang sepantasnya ibu dapatkan di dunia. Hal paling inspiratif yang ibu selalu gemborkan, selalu tanam kebaikan meski kehidupan sangat keras. Dan terkadang ada beberapa hal yang perempuan pendam, mengenai tepo seliro. "Harus ikhlas usai berjuang, Nak,"itulah Ibuku. Semarang, 8 Juli 2018.

Biodata

Nama Pencerita : Bare Kingkin Kinamu

Nama Tokoh Inspiratif : Endra Yulistyaningrum

Umur Tokoh Inspiratif : 50 tahun

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis dihalaman ini adalah milik pencerita dan tidak mewakili Allianz Indonesia