Cover image product

Mbak Nia: Guru Saya agar Selalu Berbagi dalam Keterbatasan

Cerita inspiratif Nia
diceritakan kembali oleh Shadika Mega Puspita Sari | 08 Jul 2018
|

Tidak akan pernah saya lupa saat selesai mengucap salam terakhir sewaktu melakukan solat Dzuhur beberapa bulan lalu dan mendapati Mbak Nia terisak sambil menelungkupkan wajah ke mukena yang akan ia kenakan. “Saya masih inget Oji, Mbak. Saya ga percaya dia udah nggak ada,” ujarnya terbata-bata menahan sesak di sela tangisnya. Alm. Oji adalah rekan Mbak Nia yang merupakan office assistant di tempat saya bekerja. Mereka berdua amat kompak dan sigap dalam melakukan tugas, seperti menyiapkan minum untuk direksi, memastikan kerapihan dan kebersihan ruangan, serta mengantar dokumen bila diperlukan. Empati Mbak Nia yang begitu besar kepada rekannya begitu menyentuh saya. Terlebih lagi saat saya mengetahui bahwa ia juga selalu membagi sebagian rezekinya kepada keluarga dan kerabat dekat, serta pengemis di jembatan penyeberangan setiap ia pulang dan berangkat kerja. Ya, sebaik-baiknya pemberian adalah yang dibagi dengan ikhlas dalam keterbatasan. Ia dan suaminya terpaksa menitipkan kedua anaknya kepada mertua dan bibinya di Bogor agar dapat bekerja dengan optimal. Selalu ia sempatkan menelepon dan mengunjungi anak-anaknya setiap akhir pekan. Tidak jarang ia pun turut mengajarkan anak-anaknya mengaji melalui telepon. “Nggak mudah pisah sama anak-anak. Semoga Allah menghitung ini sebagai ibadah untuk menafkahi mereka. Saya ingin mereka bersekolah sampai perguruan tinggi makanya saya menabung,” ujarnya sambil tersenyum. Mbak Nia percaya bahwa rezeki sudah disediakan Allah SWT dengan berbagai cara. “Sebagai manusia, kita mah ikhtiar aja. Solat Tahajud, solat Dhuha, solat 5 waktu jangan putus. Kerja juga yang semangat. Allah pasti dengar. Pasti mengabulkan. Yang penting ikhlas, Mbak,” katanya selalu kepada saya jika kebetulan bertemu di mushola. Dengan berat hati, ia dan suaminya mengesampingkan mimpi beribadah umroh dan haji demi masa depan anak-anaknya. Saya mengamini keyakinan Mbak Nia bahwa rezeki selalu ada jalannya. Semoga dua tiket dalam satu kesempatan yang diberikan oleh Kado Umroh Allianz mampu mewujud bagi Mbak Nia dan suaminya, atau ibu kandung dan mertuanya.

Biodata

Nama Pencerita : Shadika Mega Puspita Sari

Nama Tokoh Inspiratif : Nia

Umur Tokoh Inspiratif : 30 tahun

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis dihalaman ini adalah milik pencerita dan tidak mewakili Allianz Indonesia