Cover image product
Kado Umroh Kado Umroh

Guru Mengaji Naik Haji

Cerita inspiratif Aizah Suhaeti
diceritakan kembali oleh Matlaul Anwar | 30 Mei 2018
|

Beliau adalah ustadzah pertama saya. Beliau mengabdi kepada majlis ta'lim ibundanya untuk mengajar anak-anak pengajian di kampung kami sejak sekitar 30 tahun lalu. Biaya pendidikan di majlis ta'lim surau kami biasa saja, dulu hanya 100 rupiah, sekarang 5.000 rupiah. Uang sebegitu sudah habis hanya untuk biaya listrik di majlis ta'lim saja. Di sela kesibukannya, beliau memang berjualan pakaian, paling untungnya hanya 50-100 ribu saja sebulan, cukup untuk mengganti jilbabnya agar terlihat lebih segar saat mengajar. 30 tahun bukan waktu yang sebentar dan mengajar anak-anak mengaji bukan perkara gampang, ini tentang kesabaran, keikhlasan, dedikasi, dan tanggung jawab di akhirat. Namun, beban itu beliau coba tetap emban meski tanpa gaji. Selain mengajar mengaji, beliau pun dengan ikhlas membina pengajian ibu-ibu setiap Selasa, Jum'at, dan Sabtu. Bukan untuk mencari uang, hanya demi pahala dan ridho dari-Nya. Kampung kami bukan kampung ternama, bukan tempat orang-orang kaya. Kepedulian bagi para pendidik Ilmu Islam masih sangat rendah. Meski alumni pengajian sudah ratusan, namun kondisi para pendidik masih sama saja seperti 30 tahun lalu. Memang bukan itu yang mereka cari, namun sungguh takjub saya dengan keikhlasan di sana. Semoga Allah memudahkan beliau berangkat menuju tanah suci-Nya, Mekah Al-Mukarramah, Aamiin. Semoga dedikasi beliau berbuah manis dengan mewujudkan cita-cita tertingginya untuk mencium Hajar Aswad. Aamiin aamiin aamiin.

Biodata

Nama Pencerita : Matlaul Anwar

Nama Tokoh Inspiratif : Aizah Suhaeti

Umur Tokoh Inspiratif : 53 tahun

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis dihalaman ini adalah milik pencerita dan tidak mewakili Allianz Indonesia